Jakarta,Infopers.com – Pengelolaan dana hibah Karang Taruna DKI Jakarta tengah menjadi sorotan. Hal ini bercermin dari sejumlah kasus korupsi yang terjadi di sejumlah tempat di Indonesia, berkaitan dengan pengelolaan dana hibah karang taruna. Salah satunya di wilayah Lampung Timur, di mana Kejaksaan Negeri (Kejari) menahan wakil ketua DPRD setempat setelah diperiksa selama lima jam. Tersangka berinisial AF itu diduga mengkorupsi dana hibah karang taruna tahun anggaran 2018.
PPATK memblokir dana karna dua hal, pertama karna ada penggunaan anggaran yang tidak sesuai peruntukan, dan yang kedua ada anggaran masuk rekening yang tidak jelas sumbernya.
“Berkaca dari hal ini, kita mengingatkan agar para pengurus karang taruna DKI Jakarta tidak ugal-ugalan dalam mengelola dana hibahnya yang mencapai 2,7 miliar,” ujar A Husen, aktivis Pemantau Anggaran Rakyat Indonesia, pada wartawan.
Seperti diketahui, saat ini Ketua Karang Taruna DKI Jakarta dijabat oleh Muhamad Mul. Selama ini dipertanyakan transparansinya dalam soal pengelolaan anggaran. “Kami tidak pernah menemukan laporan penggunaan anggaran yabg sudah diumumkan ke publik,” kata dia.
Sebagai bagian dari pemerhati penggunaan anggaran APBD di DKI Jakarta, Husen mengaku mendapat informasi mengenai PPATK dan BPK yang turun tangan dalam memeriksa penggunaan hibah-hibah di DKI Jakarta. Belum lagi KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian juga turun tangan. Hal ini karena mereka tak ingin kejadian korupsi seperti di Lampung, terjadi dan terulang di Jakarta.
“Kami juga telah menurunkan tim ke lapangan, untuk terus memantau penggunaan dana-dana hibah ini,” kata dia.
(Infopers.com)
Views: 1,358
Baca Juga Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.