Catat!! Radio Iswara Dorong Transformasi Industri Radio di Era Digital

Direktur Radio Iswara, Tika Indria, ist

Berita180 Views

INFO  PERS

Jakarta — Direktur Radio Iswara, Tika Indria, mengapresiasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DKI Jakarta bertema “Bebas Namun Terbatas: Menjaga Kualitas dan Etika Konten di Era Streaming & Media Sosial”.

Tika menilai forum tersebut relevan dengan perkembangan industri penyiaran saat ini, khususnya bagi radio yang menghadapi perubahan pola konsumsi informasi dan hiburan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan rasa syukur atas sosialisasi yang digelar hari ini,” ujar Tika dalam keterangannya seusai mengikuti kegiatan diskusi di Aula PWNU DKI Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, industri radio tidak dapat lagi hanya mengandalkan pola siaran konvensional. Radio perlu berjalan beriringan dengan perkembangan dunia digital, termasuk dalam membangun model bisnis dan pola interaksi baru dengan pendengar.

“Karena kita dari industri radio itu seharusnya sudah sejalan dengan dunia digital. Dan kita pun dalam berbisnis harus sudah mampu mengimbangi era digital ini,” katanya.

Tika menambahkan, transformasi digital bukan sekadar memindahkan siaran radio ke berbagai platform, tetapi juga bagaimana menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif bagi masyarakat. Radio, menurutnya, harus mampu membangun kedekatan dengan pendengar sehingga kehadirannya tidak hanya sebatas suara yang mengudara.

“Bukan hanya sekadar mengudara, tetapi pendengar pun bisa merasa bahagia,” ujarnya.

Ia mencontohkan pemanfaatan fitur siaran langsung melalui platform media sosial seperti TikTok yang memungkinkan komunikasi berlangsung secara lebih cepat dan dua arah. Pendengar dapat berinteraksi langsung dengan penyiar maupun narasumber melalui sesi tanya jawab.

“Dengan adanya siaran langsung di TikTok, bisa terjadi tanya-jawab secara langsung, dan segala sesuatu menjadi lebih cepat,” kata Tika.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

FGD KPID DKI Jakarta tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr. Fariz Alnizar, M.Hum., Rektor UNUSIA; Alit Suwirya, Ketua Umum ATVLI; serta KH. Lutfi Hakim, MA., Wakil Ketua PWNU DKI. Kegiatan berlangsung di Aula PWNU DKI Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.

Bagi Tika, perkembangan teknologi digital harus dipandang sebagai peluang bagi industri radio untuk memperluas jangkauan sekaligus mempertahankan kedekatan dengan masyarakat. Sejalan dengan tagline Radio Iswaea, “Suara Warga Indonesia,” transformasi digital diharapkan tetap menjaga karakter radio sebagai media yang dekat dengan suara dan kebutuhan publik.

Den

 

Tonton juga